Analisis Kimia Dan Sifat Organoleptik Kerupuk Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Dengan Jenis Tepung Yang Berbeda
Abstrak
Ikan cakalang (katsuwonus pelamis) adalah jenis ikan laut yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan memiliki kandungan protein tinggi yang baik untuk tubuh manusia sehingga ikan cakalang tergolong sumber daya perikanan yang penting dan merupakan salah satu komoditi ekspor non-migas (Kekenusa dkk, 2012). Ikan cakalang terdapat hampir diseluruh perairan Indonesia, terutama di Minahasa Selatan. Di Minahasa Selatan pemanfaatan ikan cakalang masih terbatas pada kondisi segar ataupun hanya di asapkan tanpa pengolahan lebih lanjut. Pemanfaatan ikan cakalang dalam bentuk produk olahan dengan daya simpan yang lebih lama belum dilakukan. Salah satu cara untuk memanfaatkan ikan cakalang yaitu dengan mengolahnya menjadi kerupuk. Kerupuk merupakan produk pangan bersifat kering dan ringan yang biasanya terbuat dari bahan dasar udang (Arisanti, 2017). Kerupuk ikan sering digunakan sebagai pelengkap ketika bersantap ataupun sebagai makanan ringan. Bahkan untuk jenis makanan khas tertentu selalu dilengkapi dengan kerupuk. Kerupuk merupakan makanan yang menjadi kegemaran masyarakat karena rasanya yang enak dan gurih. Selain menjadi kegemaran karena rasanya yang enak tersebut, kerupuk ikan juga memiliki kandungan zat-zat kimia yang diperlukan oleh tubuh manusia. (Nurul, dkk 2021). Kerupuk ikan cakalang adalah kerupuk yang menggunakan daging ikan cakalang sebagai pemberi rasa utama. Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk ikan cakalang adalah pati. Pati digunakan cukup banyak, beberapa jenis pati yang dapat digunakan adalah tepung tapioka, tepung terigu, dan tepung maizena dengan penambahan bahan-bahan lainnya yang diijinkan (BSN,1999). Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukanlah sebuah penelitian yang berjudul “Analisis kimia dan sifat organoleptik kerupuk ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan jenis tepung yang berbeda”.