Pengaruh Perbandingan Daging Kelapa (Cocos nucifera) dan Pandan Wangi (Pandanus amarylifolius) Terhadap Kualitas Selai
Abstrak
Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu tanaman industri yang memegang peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Kelapa memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh manusia didalamnya mengandung asam amino glutamat yang berperan sebagai gizi otak. Selai kelapa dengan konsentrasi gula yang mempunyai rasa khas buah kelapa dengan aroma yang tidak hilang serta warna yang coklat membuat penampilan selai kurang menarik. Untuk itu, diperlukan adanya penambahan pewarna alami yang dapat memperbaiki atribut warna dari selai. Terdapat banyak bahan tambahan alami yang sering digunakan dalam pembuatan selai, salah satunya bahan alami yang dapat digunakan adalah pandan wangi. Pandan wangi merupakan tanaman yang sering dimanfaatkan daunnya sebagai bahan tambahan makanan, umumnya sebagai bahan pewarna hijau dan pemberi aroma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan antara daging kelapa dan pandan wangi berpengaruh pada kualitas selai seperti kadar air, total padatan terlarut, daya oles dan penerimaan organoleptik pada selai kelapa pandan wangi. Hasil analisis menunjukan bahwa, kandungan kadar air sudah memenuhi syarat SNI yaitu tidak melebihi maksimum 35%. Nilai total padatan terlarut (TPT) sampel selai berkisaran antara 7 – 9 brix, penambahan pandan pada selai kelapa memberi pengaruh nyata terhadap selai. Daging kelapa 90% dan pandan wangi 10%), memiliki daya oles tertinggi dengan nilai rata- rata 6,8 cm. Selai dengan daging kelapa 90% dan 10% pandan wangi pada pengujian organoleptik dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur yang paling disukai panelis.