Karakteristik Pengeringan Anuwun (Tacca leontopetaloides L.kuntz) menggunakan Alat Pengering Energi Matahari dengan Metode Hibrid

Penulis

  • Andre Palendeng Universitas Prisma
  • Christine Phaskalyena Lomo Universitas Prisma
  • Filan Okta Mandang Universitas Prisma

Abstrak

Usaha-usaha pengembangan pemanfaatan anuwun melalui teknologi pasca panen dalam bentuk produk olahan maupun pengawetan sangat dibutuhkan  untuk memperpanjang masa simpan serta menambah nilai ekonomis dari tanaman umbi anuwun. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi pasca panen yaitu pengolahan menjadi tepung anuwun, dimana dalam penerapan teknologi tersebut membutuhkan proses pengeringan. Alat pengering energi matahari yang digunakan dalam penelitian ini dilengkapi dengan pengumpul panas (kolektor) dan cerobong untuk menambah dan mempercepat aliran udara panas yang masuk ke dalam ruang pengering, serta mencegah proses pengeringan yang lambat sehingga mengakibatkan udara pengering menjadi jenuh. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan penambahan tungku pemanas, sehingga tipe ini sering disebut sebagai alat pengering energi matahari metode hibrid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Perubahan suhu udara pengering ditentukan dengan metode deskriptif dan dianalisa menggunakan grafik, Perubahan kadar air selama pengeringan, Perubahan laju pengeringan terhadap waktu , Perubahan laju pengeringan terhadap kadar air. Perubahan suhu pada saat proses pengeringan terjadi kelembaban udara ini dipengaruhi oleh suhu udara pada saat proses pengeringan berlangsung. Kelembapan udara menurun pada saat dipanaskan proses ini biasanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang mempengaruhi kelembapan serta suhu. Pada proses pengeringan berlangsung dapat dilihat bahwa kadar air yang ada pada umbi anuwun akan mengalami penurunan dalam waktu pengeringan selama 7 jam. Semakin lama waktu pengeringan maka kadar air akan semakin berkurang. Karakteristik pengeringan dari umbi anuwun secara keseluruhan menunjukan laju pengeringan terjadi dalam dua periode, yaitu laju pengeringan konstan dan kaju pengeringan menurun. Laju pengeringan pada bahan di rak 2 lebih besar di bandingkan rak 1. Disebabkan karena bahan yang ada di rak 2 lebih cepat mendapatkan aliran udara pengering.

Unduhan

Diterbitkan

2024-05-30

Terbitan

Bagian

Articles